Jumat, 26 Desember 2014
Sepucuk Surat Dari Yang Belum Terlahir
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Berawal dari sebuah perkenalan
Dilanjut dengan beberapa candaan
Yang ujung-ujungnya tetap saja rayuan
Akhirnya pun mereka jadian
Istilah kerennya tuh pacaran
Jadi sering ketemuan
Jalan-jalan bergandengan tangan
Kalau sepi ya berpelukan
Sampai keadaan menentukan
Mulai berani berciuman
Kedua tangan pun melakukan penjelajahan
Hingga akhirnya berhubungan badan
Akhirnya wanita telat datang bulan
Dia mengadu minta pertanggujawaban
Tapi si Pria keburu kabur duluan
Daripada malu maka digugurkan
Hari demi hari pun diisi dengan PENYESALAN
Buatnya gampang dan penuh kesenangan
Setelah jadi dibuang dan disia-siakan
Hmmm, sungguh ironis pergaulan akhir jaman.
Lumajang, 24 Desember 2014
Ingin tidur kita ini bernilai di sisi Allah?
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
1. Ketahuilah waktu-waktu yang tak baik untuk tidur, di antaranya, jangan tidur setelah makan, jangan tidur selepas Subuh, jangan tidur di antara Ashar sampai Maghrib, jangan tidur sebelum Shalat Isya'.
2. Ketahuilah waktu-waktu yang baik untuk tidur. Menurut saya, waktu tidur yang baik adalah di malam hari antara pukul 9 sampai 12 malam. Biasakan untuk tidur di waktu yang sama dan bangun di waktu yang sama pula, jadikan itu sebagai rutinitas.
3. Sebelum tidur, cobalah berwudhu selayaknya hendak Shalat.
4. Sebelum berbaring, bersihkanlah tempat tidurmu dengan penebah atau selembar kain. Hal ini juga disunnahkan.
5. Setelah berada di atas tempat tidur, angkatlah kedua telapak tanganmu tepat di depan wajah dan bacalah Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas. Setelah itu usapkan pada wajah dan terus ke bagian yang kamu hendaki (kecuali kemaluan/anus).
6. Bacalah ta'awwudz dan diteruskan do'a, "Allahumma bismika ahyaa wabismika amuut."
7. Perhatikan posisi tidur. Jangan tidur tengkurap atau berbaring dengan perut berada di bawah karena posisi ini tak disukai Allah. Dan jika tidur terlentang, maka lipatkanlah kakimu. Sedangkan posisi tidur yang sangat dianjurkan adalah miring ke kanan dan gunakan tanganmu sebagai bantal di pipimu.
8. Pejamkan mata sembari terus mengingat Allah melalaui dzikir-dzikir yang kamu kuasai sampai terlelap.
9. Setelah terbangun, maka berdo'alah, "Alhamdulillahil-ladzi ahya-na ba'da ma-ama tana wa ilaihin-nusyur."
Do'a mendapati mimpi buruk, "Allahumma inni a'udzubika min 'amalisy-syaithani wa sayyia-til ahla-mi fainnama la takunu syaian."
Do'a sulit tidur, "Allahumma gharatin nujumu wa hadatil 'uyunu wa anta hayyun qayyumun la ta'khudzuka sinatun wa la naumun ya-hayyu ya-qayyumu ahdi laili wa anim 'aini."
Silahkan Share... :)
Lumajang, 20 Desember 2014
Prahara Negeri Samudra - 5
(Eksklusif - Pray for Banjarnegara)
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Tanah-tanah kian melangkah, membuat atasnya menjadi goyah.
Rentetan bencana menyelimuti, banyak yang sekarat terlebih mati.
Tragedi membuat seluruh desa terkubur, mayat-mayat terendam lumpur.
Barisan manusia berlalu lalang, membahu mencari yang hilang.
Akankah tragedi terus berlanjut, membuat manusia semakin terkejut.
Antara ujian dan adzab, semoga lolos dari hisab.
Amal sebagai penolong mereka, diharap bebas dari neraka.
Ahli waris patut mendo'akan, sekedar Al-Fatehah untuk meringankan.
Bencana pasti terjadi lagi, ia datang dan pergi.
Bencana tak datang sekali, siapkan untuk menyambutnya kembali.
Lumajang, 21 Desember 2014
Hikmah - 2
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Tahukah kamu? Ada beberapa amal yang tampaknya mudah tapi sangat sulit untuk diamalkan, bahkan sekelas Sahabat Nabi pun banyak yang angkat tangan. Amal yang tampak mudah tapi sulit dilakukan itu adalah TIDAK IRI DAN DENGKI.
Tahukah kamu? Ada amal yang sangat mudah dilakukan, tapi sering kita lalaikan. Amal itu adalah menyempurnakan dan menjaga Wudlu. Sebagai bocoran saja, dari kalangan Sahabat yang dapat mengistiqamahkan amalan ini adalah Bilal.
Tahukah kamu? Ada amalan di mana mencuri justru mendapatkan pahala. Yaitu ketika kita mendengar do'a, maka kita ikut meng-aamiin-kan. Juga ketika mendengar ucapan "Assalamu'alaikum" yang ditujukan pada orang lain, dan kita menjawab "Wa'alaikumsalam"
Tahukah kamu? Bahwa sebenarnya, ada satu sikap sombong/angkuh yang tidak dibenci Allah. Yaitu, sikap sombong dan angkuh ketika menghadang atau berperang melawan musuh-musuh Allah dalam suatu peperangan.
Prahara Negeri Samudra - 6
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
"Tahukah? Ada wacana baru tentang bahan bakar."
"Jangan membuatnya semakin besar."
"Padahal, isu-isu yang lama belum pergi."
"Tunggu saja, pasti akan datang yang baru lagi."
"Mungkin, membohongi rakyat sudah jadi kebiasaan."
"Otak rakyat dianggap otak udang yang penuh kebodohan."
"Tapi, kalau wacana itu melebur menjadi kenyataan."
"Semakin banyak manusia di bawah garis kemiskinan."
"Mereka hanya pandai menciptakan kesemrawutan saja."
"Kan sesuai dengan titah sang Raja."
"Apakah ini yang dijadikan kado akhir tahun."
"Dan rakyat hanya mampu menaruh kedua tangan di atas ubun-ubun."
"Apakah mereka tak mempunyai akal."
"Yang jelas mereka tak mempunyai moral."
"Hush, jaga bicaramu. Kamu bisa dipenjara."
"Kalau perlu, aku kan berteriak di ujung menara."
"Hahaaha, kamu gila. Mereka punya kekuasaan."
"Aku yakin bahwa masih ada pertolongan Tuhan."
Lumajang, 22 Desember 2014
Hikmah - 3
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Suatu ketika, Pak Barnawi yang berprofesi sebagai Kepala Desa sedang kedatangan tamu. Tamu tersebut adalah seorang pebisnis yang terbiasa dengan jual beli tanah. Setelah pebisnis itu mengucapkan salam, maka perbincangan pun dimulai.
"Maaf Pak, apa benar Anda bernama Bapak Barnawi?" tanya pebisnis tersebut.
"Oh, benar. Adek ini siapa ya?"
"Perkenalkan, nama saya Imran. Tujuan saya datang ke mari ingin melihat sebidang tanah milik Bapak, kemarin secara tak sengaja saya melihat iklan di koran bahwa ada sebidang tanah yang dijual. Dan saya langsung saja mendatangi rumah Bapak karena alamatnya sudah tertera pada iklan tersebut." jawab si pebisnis.
Dengan tersenyum lebar, Pak Barnawi segera berkata, "Oh, iya. Saya memasang iklan itu seminggu yang lalu. Kalau begitu mari masuk ke rumah dulu. Kita ngobrol di dalam saja."
"Hmmm, apa tidak sebaiknya kita langsung menuju lahan yang dijual itu saja Pak? Kebetulan satu jam lagi saya sudah ada janji dengan orang lain." sahut si pebisnis.
"Baiklah, tapi tempatnya agak jauh di sebelah selatan sana." kata Pak Barnawi.
"Oh tidak jadi masalah Pak, kita naik mobil saya saja."
"Kita tidak bisa membawa mobil karena jalannya sempit. Kita jalan kaki saja."
"Bagaimana kalau naik motor itu saja Pak?"
"Oh jangan, itu bukan motor saya. Itu motor dinas dari pemerintah." tegas Pak Barnawi.
"Kan tidak ada bedanya Pak, motor tersebut kan sudah diamanahkan sama Bapak."
"Adhek Imran, urusan kita ini adalah urusan pribadi. Maka saya tak pantas menggunakan aset negara demi kepentingan pribadi. Sedangkan di dalam motor kecil itu terdapat harapan dan keringat rakyat Indonesia. Maka sebaiknya kita jalan kaki saja agar perniagaan kita ini membawa berkah." jawab Pak Barnawi.
Mereka pun akhirnya berjalan menuju lahan yang hendak diperjual belikan tersebut.
#
Adakah sosok pejabat di Indonesia yang seperti Pak Barnawi? Kalau ada, maka ia laksana dua Umar.
Lumajang, 23 Desember 2014
Mustafa Kemal Ataturk - Pencitraan Berujung Kedzaliman
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Mustafa Kemal Ataturk, adakah dari kalian yang mengenal nama ini? Saya rasa tidak banyak yang mengetahui sosok dari nama tersebut. Iya, media-media jaman sekarang lebih banyak mempertontonkan acara-acara yang menghasilkan income tinggi daripada mengungkap sejarah tentang perjalanan Islam, dari peristiwa hingga tokoh-tokoh di dalamnya.
Ketahuilah, musuh-musuh Islam tak akan pernah tinggal diam selama Islam masih melekat pada jiwa kaum Muslimin. Sejarah pun telah membuktikan bahwa menghancurkan Islam dengan kekerasan adalah cara yang sia-sia. Oleh karena itu, mereka mencoba menggunakan cara lain, yaitu menghancurkan Islam dengan politik pecah belah. Politik pecah belah tentu akan terus berjalan jika ada sosok yang diciptakan untuk dijadikan boneka.
Pada awal kemunculan Mustafa Kemal, ia sangat dipuja dan diagung-agungkan karena ia adalah sosok yang memperjuangkan kaum tertindas. Ia juga menjabat sebagai pemimpin militer dan berhasil menangkis serangan dari kaum penjajah. Rakyat pada saat itu memandang Mustafa Kemal sebagai sosok penyelamat. Hingga pada saat yang telah direncanakan, ia menggulingkan sistem yang berdasarkan hukum-hukum Allah dan diganti dengan sistem sekular liberal.
Sekarang, sejarah telah mencatat bahwa Mustafa Kemal itu tak lain adalah boneka dari hasil pencitraan. Dan cara itu ternyata berhasil dengan runtuhnya Khilafah dan Khalifah. Cara itu berhasil membuat perzinahan di Turki menjadi konsumsi publik, ia juga membatasi jumlah Masjid, sistem pendidikan mengacu pada Eropa, dihapuskannya bahasa dan tulisan Arab dalam pelajaran di setiap sekolah dan diganti dengan tulisan latin. Dan masih banyak kedzaliman yang dilakukan oleh satu orang yang mempunyai darah Yahudi ini.
Na'udzubillah...
Bersatulah, jadilah Muslim yang kaffah. Jangan saling mengkafirkan dan jangan saling menyesatkan.
Dan semoga kita tak menjumpai pemimpin yang seperti dia.
Lumajang, 25 Desember 2014
Salamun 'alaikum bima shabartum
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Maka, alangkah indahnya tempat kesudahan
Suatu tempat penuh keindahan
Dipenuhi bidadari yang berjejer di atas dipan
Menanti sosok-sosok yang beriman
Senyumnya adalah sambutan
Belaian tangannya adalah perhatian
Dekapannya adalah pelayanan
Dan tatapannya adalah kedamaian
Siapa yang tak rindu
Dilayani bidadari bersuara merdu
Membisikkan sya'ir-sya'ir yang syahdu
Sampai tubuh rela beradu
Kain tipis, sutra keabadian
Atau gamis, sebagai kewibawaan
Engkau bebas mengenakan
Engkau bebas menanggalkan
Pengabdian bidadari bermata lentik
Dengan bibir tipis tak bersisik
Dengan tubuh menarik dan wajah cantik
Engkau dimanja tanpa terusik
Bidadari pun berkata, "Kutunggu engkau di pintu syurga."
Bidadari lain mengalihkan engkau dengan berkata, "Ke marilah, aku punya madu pelepas dahaga."
Bidadari yang satunya menyahut, "Mari mandi bersamaku di telaga."
Dan bidadari terakhir berkata, "Denganku saja, aku punya pemuas jiwa dan raga."
Ia menunggu di pintu syurga
Menyambut dengan madu pelepas dahaga
Menyejukkan dengan mandi air telaga
Serta menggairahkan jiwa dan raga
Tidakkah engkau ingin menuju tempat keabadian?
Maka, bawalah bekal dalam panjangnya perjalanan.
Lumajang, 26 Desember 2014
Prahara Negeri Samudra - 7
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
Undang-undang perfilman tak sesuai norma, banyak tayangan jauh dari pesan Agama.
Dalih menyampaikan kebenaran, padahal isinya penuh penyesatan.
Begitulah jika berfaham liberalis, mengedepankan dunia tapi iman terkikis.
Yang seharusnya sekedar tontonan malah menjadi tuntunan, dan yang seharusnya menjadi tuntunan malah jadi tontonan.
Lumajang, 27 Desember 2014
Selasa, 16 Desember 2014
Prahara Negeri Samudra - 4
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
"Selamat pagi Negeri Samudra yang makmur."
"Kemakmuran hanya untuk mereka yang berperut subur."
"Bagaimana suasana dalam Negeri?"
"Sungguh mencekam dan tambah ngeri."
"Tenang saja, tetap dukunglah kami."
"Sampai kapan kita harus mendukung anak Mami?"
"Jangan panik ketika nilai mata uang anjlok."
"Antara kebijakan dari yang pandai atau yang goblok."
"Terkadang ini adalah kegagalan dari warisan."
"Dan mantan Raja yang lama dikambing hitamkan."
"Keputusan bawahanku jangan ditentang."
"Oh, keputusan yang mewajibkan Ibu-ibu kami telanjang."
"Itu semua agar suasana di Kerajaan terlihat rapi."
"Iya, dan kelak pasti terbakar panasnya api."
"Aku jamin, kalian tak akan kelaparan."
"Terlambat, sebagian sudah menjadi mayat yang mengenaskan."
"Giatlah berusaha dan banyaklah memuja."
"Termasuk ngalap berkah bekas cucian tangan dan kaki sang Raja."
"Sesungguhnya kami memihak pada rakyat."
"Tapi kenapa malah menguntungkan konglomerat?"
"Kami menciptakan undang-undang yang luar biasa."
"Woi, tegakkan saja hukum-hukum Allah Yang Esa."
"Sekian dulu, kami harus bertugas kembali."
"Ya, silahkan susun isu publik dan beralibi lagi."
Lumajang, 17 Desember 2014
"Selamat pagi Negeri Samudra yang makmur."
"Kemakmuran hanya untuk mereka yang berperut subur."
"Bagaimana suasana dalam Negeri?"
"Sungguh mencekam dan tambah ngeri."
"Tenang saja, tetap dukunglah kami."
"Sampai kapan kita harus mendukung anak Mami?"
"Jangan panik ketika nilai mata uang anjlok."
"Antara kebijakan dari yang pandai atau yang goblok."
"Terkadang ini adalah kegagalan dari warisan."
"Dan mantan Raja yang lama dikambing hitamkan."
"Keputusan bawahanku jangan ditentang."
"Oh, keputusan yang mewajibkan Ibu-ibu kami telanjang."
"Itu semua agar suasana di Kerajaan terlihat rapi."
"Iya, dan kelak pasti terbakar panasnya api."
"Aku jamin, kalian tak akan kelaparan."
"Terlambat, sebagian sudah menjadi mayat yang mengenaskan."
"Giatlah berusaha dan banyaklah memuja."
"Termasuk ngalap berkah bekas cucian tangan dan kaki sang Raja."
"Sesungguhnya kami memihak pada rakyat."
"Tapi kenapa malah menguntungkan konglomerat?"
"Kami menciptakan undang-undang yang luar biasa."
"Woi, tegakkan saja hukum-hukum Allah Yang Esa."
"Sekian dulu, kami harus bertugas kembali."
"Ya, silahkan susun isu publik dan beralibi lagi."
Lumajang, 17 Desember 2014
Langganan:
Postingan (Atom)